Search >>
 
Prakata
Sejarah
Gerakan ini
Panggilan
Isi
Apa
Keunikan
Permulaan
Siapa saja
GRII
Prospek
 
Reformed Injili
Penginjilan
Rasuli
 
Beban dan Doa
MRII-Berlin
MRII-Hamburg
PRII-Munich
PRII-Swiss
 
Corat-coret seputar Inerrancy dan Infallibility
Iman dan biji sesawi (3)
Iman dan biji sesawi (4)
Iman dan biji sesawi (5)
Doa Bapa Kami (3)
Doa Bapa Kami (4)
Doa Bapa Kami (5)
Doa Bapa Kami (6)
Doa Bapa Kami (7)
Kemajemukan dan Dialog Antar Agama (1)
Kemajemukan dan Dialog Antar Agama (2)
Kemajemukan dan Dialog Antar Agama (3)
Kemajemukan dan Dialog Antar Agama (4)
Kemajemukan dan Dialog Antar Agama (5)
Kemajemukan dan Dialog Antar Agama (6)
 
Pdt. Billy Kristanto

Iman dan biji sesawi (3)

Di dalam surat Korintus, kita membaca daftar karunia, dan salah satu yang didaftarkan di sana adalah karunia iman. Ada iman yang disebut sebagai salah satu karunia rohani. Di dalam pengertian spiritual gift, iman ini bukan dalam pengertian iman ketika seseorang menerima Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamat. Tapi yang dibicarakan di dalam Korintus adalah iman sebagai salah satu karunia, berarti ini berbeda dengan iman dalam konteks jaminan keselamatan. Seperti yang sudah kita bahas, waktu kita membicarakan spiritual gift, kita melihat ada pembedaan antara pemberian atau tugas yang dipercayakan kepada semua orang Kristen dengan yang kita mengerti sebagai karunia khusus yang diberikan kepada orang percaya tertentu. Sebagai contoh yang sederhana: karunia penginjil merupakan karunia khusus. Karunia penginjil tidak diberikan kepada setiap orang Kristen, karena itu karunia khusus. Demikian juga dengan karunia mengajar, karunia gembala, juga tidak diberikan kepada semua orang Kristen. Namun, ada panggilan yang umum bagi semua orang Kristen, dia harus mengajar orang lain, memperhatikan kepentingan orang lain. Mengajar atau menginjili juga merupakan panggilan umum. Itu perintah Tuhan, kita semua memang harus menginjili. Tapi menjadi orang yang memiliki karunia penginjil, seperti William Carrey, merupakan karunia khusus. Tidak semua orang diberikan karunia itu. Jadi waktu kita mau menerapkan prinsip yang sama di dalam karunia iman: semua orang Kristen pasti memiliki iman, itu telah diberikan Tuhan kepada setiap orang percaya. Tapi ada orang-orang tertentu yang diberikan karunia iman, yaitu orang memiliki karunia khusus dari Tuhan, memiliki visi yang tajam untuk melihat ke depan. Bukan hanya lihat ke depan tapi melihat ke depan dengan penuh pengharapan, khususnya dalam saat-saat yang sulit, seperti Yosua dan Kaleb. Kalau hanya melihat ke depan, lalu menjadi pesimis dan tidak memberikan pengharapan, itu bukan karunia iman. Itu hanya sejenis orang melankolik yang agak tajam melihat persoalan yang rumit. Gereja perlu orang-orang yang punya karunia iman, orang-orang yang melihat ke depan, seorang visioner. Mengapa? Karena kita makin lama akan makin dekat kepada akhir zaman, yang gambarannya akan makin lama makin rusak. Alangkah relevan orang-orang yang memiliki karunia iman bagi pembangunan tubuh Kristus! Bagaimana gereja masih bisa memberitakan suatu kepercayaan yang confident, bukan dibangun karena keyakinan diri sendiri tapi atas dasar Tuhan yang masih bekerja dan berkarya sampai saat ini.


Yang menarik waktu Tuhan Yesus membicarakan tentang iman, berkenaan dengan orang-orang yang paling dekat denganNya (murid-murid yang paling ‘dalam’/inner circle), Dia mengatakan, “you of little faith!”, “angkatan yang tidak percaya ini”. Lalu berurusan dengan orang-orang lain yang malah bukan orang Israel, dari bangsa lain, orang kafir, Siro-Fenesia, perwira yang menjumpaiNya di Kapernaum, Dia mengatakan, “you of great faith.” Orang-orang marginal (pinggiran) yang dikatakan malah lebih besar imannya. Ironis sekali! Orang-orang ‘inner circle’ yang mestinya lebih mengerti, malah tidak mengerti apa itu iman. Orang-orang pinggiran, yang berada di circle paling luar, justru lebih mengerti iman daripada orang-orang yang di dalam, paling dalam. Tapi reaksi murid-murid ini rendah hati (walaupun masih tetap salah, sehingga Tuhan Yesus sesudah itu perlu mengoreksi lagi). Betapa susah jadi murid Yesus, dikoreksi tidak habis-habis! Sehingga kalau seseorang tidak betul-betul rendah hati bisa capek. Sepertinya kita salah melulu, tidak pernah benar. Ketika murid-murid melihat pelayanan Yesus, yang ini great faith, sedangkan kita little faith,  seolah dibanding-bandingkan. Waktu mereka melihat bahwa mereka itu little faith, lalu mereka minta agar Tuhan menambahkan iman karena mereka memang menyadari bahwa mereka little faith. Rendah hati bukan? Tidak protes dan tidak cemburu dibanding-bandingkan dengan orang-orang ‘pinggiran’. Apa jawab Tuhan Yesus? Tuhan Yesus tidak mengabulkan permintaan mereka untuk menambah iman, tapi Tuhan Yesus mengatakan, ”Kalau sekiranya kamu mempunyai iman sebesar biji sesawi saja…”

 

II Kor 9:8
Dan Allah sanggup melimpahkan segala kasih karunia kepada kamu, supaya kamu senantiasa berkecukupan di dalam segala sesuatu dan malah berkelebihan di dalam pelbagai kebajikan.

Welcome to the
Bible Gateway(TM) - Search the Bible in thirteen languages and multiple Bible Versions
Version:

Passage:

Search word(s):

Other Languages:
GERMAN

SEARCHING INSTRUCTIONS


The Bible Gateway(TM) is
a service of Gospel Communications Network (Gospelcom)


Gospelcom

© 2010 Gereja Reformed Injili Indonesia - Jerman   Developed by Antoni Sutiono